News

List

Satu Keluarga Sembuh Covid-19, Warga Banyu Urip Kidul Gelar Penyambutan

18 Juni 2020 14:11

Sambil terbata, Sugito menceritakan pengalamannya ketika pertama didiagnosa korona. “Awalnya dinyatakan sakit lambung dan ada penurunan trombosit”, ujarnya. Namun saat itu dia diberi rujukan untuk tes swab, sambil dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah. Setelah dinyatakan positif, dia menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Haji Sukolilo.

Di hadapan warga, Sugito yang ditemani anaknya, juga menyinggung kisah istri dan kedua anaknya yang juga dinyatakan positif korona dan harus dirawat terpisah dengan dirinya. “Istri dirawat di RSAL”, ujarnya. Dan setelah disiplin mengikuti rangkaian perawatan di masing-masing tempat selama dua minggu, mereka kini sudah dinyatakan sehat dan telah berkumpul di rumah.

Digelar di dalam balai RW V, acara penyambutan yang tetap mengatur jarak kursi ini dihadiri warga setempat yang tertib menggunakan masker. Nampak Camat Sawahan di jajaran kursi terdepan. Menariknya, menuju balai RW Sugito dan anaknya diarak dengan iringan terbangan dari kelompok pengajian ibu-ibu setempat.

Dalam sambutannya, Sholeh selaku Ketua RT setempat menyatakan permohonan maaf ketika di awal ada perlakuan dari warga yang sedikit tidak mengenakkan. “Karena harus diakui, enam orang positif korona dalam satu wilayah merupakan peristiwa yang mengagetkan dan membuat warga khawatir”, ujarnya. Enam orang ini, selain empat anggota keluarga Sugito beserta istri dan anak-anaknya, juga ada dua warga yang memiliki Kartu Keluarga beralamatkan Banyu Urip Kidul, tapi saat ini bertempat tinggal di luar kampung.

“Tapi dengan edukasi dari beberapa pihak, kita akhirnya bisa menerima. Bagaimanapun dengan tetangga sendiri harus tetap guyub rukun apapun kondisi yang sedang dihadapi”, ujar Sholeh. “Dan dengan mengucap rasa syukur, sekarang warga kita sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke lingkungan. Dan kita sebagai tetangga sudah siap menerima mereka berbaur bersama kembali”.

Senada dengan pernyataan Ketua RT, Camat Sawahan M. Yunus juga menghimbau kepada warga agar tidak ada lagi diskriminasi kepada warga yang terpapar covid-19. “Kita juga harus selalu menjaga diri, juga orang-orang di sekitar kita. Waspada karena grafik penularannya belum mengalami penurunan. Apalagi yang dihadapi ini tidak kasat mata” tambahnya mengingatkan. Lebih lanjut Yunus berpesan agar memaksimalkan peran aktif dari semua warga dalam program Kampung Wani Jogo Suroboyo.

Sebelumnya di acara yang sama, Handi Tri, Ketua RW sekaligus ketua satgas Kampung wani Jogo Suroboyo, Banyu Urip Kidul juga mengajak warganya ikut menyukseskan program empat wani yang sudah berjalan di kampungnya, diantaranya Wani Sehat, Wani Jogo, dan Wani Ngandani, Wani Sejahtera. “Semoga tidak ada lagi warga yang positif covid”, harapnya